Belimbing Rice Terrace adalah salah satu lanskap paling tenang dan indah di Bali, terletak di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, di bagian barat pulau. Dikelilingi perbukitan hijau dan udara pegunungan yang sejuk, kawasan ini menawarkan pemandangan sawah berundak yang memancarkan kuatnya tradisi pertanian Bali.
Berbeda dengan terasering sawah yang lebih populer dan ramai di sekitar Ubud, Belimbing Rice Terrace masih relatif alami dan belum banyak tersentuh pariwisata massal. Suasana yang tenang, aktivitas pertanian tradisional, dan lingkungan pedesaan menjadikannya destinasi ideal bagi traveler yang ingin merasakan pengalaman autentik alam dan kehidupan lokal Bali.
Mengapa Harus Mengunjungi Belimbing Rice Terrace?
Berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, Belimbing Rice Terrace terkenal dengan hamparan sawah hijau yang tersusun bertingkat di perbukitan, dengan Gunung Batukaru yang megah sebagai latar belakangnya. Udara yang sejuk, suasana yang damai, dan ritme kehidupan yang lambat menjadikan tempat ini pelarian sempurna dari area wisata Bali yang lebih ramai.
Hal yang Membuatnya Istimewa:
- Pemandangan yang Indah: Hamparan sawah bertingkat menciptakan lanskap hijau yang memukau, sangat disukai oleh fotografer dan pecinta alam.
- Pengalaman Budaya: Anda dapat menyaksikan langsung sistem pertanian tradisional dan sistem irigasi khas Bali.
- Suasana Tenang: Jauh lebih sepi dibandingkan terasering populer seperti Tegallalang, sehingga terasa lebih autentik dan alami.
- Desa & Hutan Sekitar: Anda bisa menjelajahi desa tradisional, pura lokal, hingga area hutan di mana monyet berkeliaran bebas.
Jika Anda ingin menjelajahi lebih banyak destinasi dalam satu perjalanan, pertimbangkan untuk memesan melalui agen perjalanan Indonesia terpercaya agar perjalanan Anda lebih praktis dan terencana dengan baik.
Di Mana Lokasi Belimbing Rice Terrace?

Belimbing Rice Terrace terletak di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, di sisi barat Pulau Bali. Wilayah ini dikenal dengan sawah bertingkat yang indah, dikelilingi perbukitan hijau dan iklim pegunungan yang lebih sejuk. Tempat ini menawarkan hubungan kuat dengan lanskap pertanian tradisional Bali. Berbeda dengan terasering yang lebih ramai di sekitar Ubud, Belimbing menawarkan suasana yang lebih tenang dan pedesaan, cocok bagi wisatawan yang mencari pelarian damai. Sawah di kawasan ini dikelola melalui Sistem Irigasi Subak, warisan budaya yang diakui UNESCO dan mencerminkan filosofi Bali tentang harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
📍 Highlight Lokasi:
- Berada di dataran tinggi Pupuan, Tabanan (Bali Barat)
- Sekitar 2–3 jam perjalanan dari Ubud
- Dikelilingi desa tradisional, pura, pohon kelapa, dan lahan pertanian
- Lebih sepi dan tidak terlalu komersial
- Cocok untuk traveler yang mencari Bali versi autentik
Karena berada di ketinggian, pengunjung bisa menikmati udara yang lebih sejuk dan panorama luas lembah serta sawah di sekitarnya.
Cara Menuju ke Belimbing Rice Terrace
Belimbing Rice Terrace dapat diakses dari berbagai area wisata populer di Bali. Waktu perjalanan tergantung kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan.
Cara Menuju Belimbing Rice Terrace (dari Area Populer di Bali)
| Area Awal | Perkiraan Waktu Tempuh | Transportasi Terbaik | Catatan |
| Ubud | 2–2.5 jam | Mobil pribadi / Sopir | Jalan pegunungan; sebaiknya berangkat pagi |
| Sanur | 2.5–3 jam | Mobil pribadi / Sopir | Rute melewati Denpasar dan Tabanan |
| Kuta | 3–3.5 jam | Mobil pribadi / Sopir | Perjalanan panjang; hindari jam sibuk |
| Seminyak | 3–3.5 jam | Mobil pribadi / Sopir | Cocok untuk perjalanan jarak jauh |
| Canggu | 3.5–4 jam | Mobil pribadi / Sopir | Area rawan macet; disarankan berangkat pagi |
| Nusa Dua | 3–3.5 jam | Mobil pribadi / Sopir | Cocok digabung dengan itinerary Bali Barat |
| Uluwatu | 4–4.5 jam | Mobil pribadi / Sopir | Rute paling jauh; kurang ideal untuk one-day trip |
| Lovina | 2.5–3 jam | Mobil pribadi | Perjalanan indah melewati pegunungan |
| Amed | 4–4.5 jam | Mobil pribadi | Rute panjang & berkelok; sediakan waktu ekstra |
Untuk perjalanan yang lebih praktis dan bebas stres, Anda bisa memilih paket wisata Bali atau rencana perjalanan liburan yang sudah mencakup Belimbing Rice Terrace di dalamnya.
Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Belimbing Rice Terrace
Memilih waktu yang tepat akan membantu Anda menikmati pemandangan lebih maksimal, menghindari keramaian, dan mendapatkan foto terbaik.
Musim Terbaik
- Musim Kemarau (April – Oktober): Waktu terbaik untuk berkunjung. Cuaca cerah, jalan setapak yang kering, dan pemandangan yang jelas di sepanjang sawah terasering.
- Musim Hujan (November – Maret): Sawah terlihat lebih hijau dan subur, tetapi jalan setapak bisa berlumpur dan hujan dapat mengganggu visibilitas.
Waktu Terbaik dalam Sehari
- Pagi Dini Hari (07.00 – 09.00 WIB): Udara sejuk, sedikit pengunjung, dan cahaya alami yang lembut. Sangat ideal untuk berjalan-jalan dan fotografi.
- Sore Hari (15.00 – 17.30 WIB): Cahaya keemasan yang hangat dan pemandangan yang dramatis, sempurna untuk foto matahari terbenam.
Waktu yang Sebaiknya Dihindari
- Tengah hari (11.00 – 14.00): karena suhu panas dan cahaya matahari terlalu keras untuk foto.
Untuk memaksimalkan perjalanan Anda, Anda juga bisa mengecek waktu terbaik untuk mengunjungi Indonesia, terutama jika merencanakan destinasi lain selain Bali.
Pengalaman Apa yang Bisa Anda Dapatkan
Terasering Sawah yang Indah
Belimbing Rice Terrace menampilkan sawah bertingkat yang mengikuti kontur alami perbukitan. Lanskap berubah sepanjang tahun, dari hijau segar saat musim tanam hingga warna keemasan menjelang panen. Suasana pedesaan yang tenang menjadikannya kontras dengan area wisata Bali yang lebih ramai.
Spot Foto
Sepanjang jalur berjalan, terdapat beberapa titik pandang alami yang menghadap langsung ke terasering. Spot ini cocok untuk fotografi lanskap dengan latar pohon kelapa, sawah, dan lembah hijau. Cahaya terbaik biasanya datang di pagi dan sore hari.
Warung & Tempat Istirahat
Di dekat pintu masuk dan sepanjang jalan utama, warung-warung kecil dan kios kopi lokal menawarkan minuman sederhana dan camilan ringan. Tempat ini merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat, menikmati udara segar, dan mendukung komunitas lokal setelah menjelajahi teras-teras.
Jalur Pendek & Trek Ringan
Jalur pejalan kaki ini relatif pendek dan cocok untuk pengunjung yang sekadar ingin berjalan-jalan santai. Namun, beberapa bagian jalur memiliki tangga, jalan setapak yang sempit, dan permukaan yang tidak rata. Karena jalur dapat menjadi licin setelah hujan, disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman dengan sol yang memiliki cengkeraman yang baik.
Tiket Masuk & Biaya
- Tiket masuk: Tidak ada tiket resmi, tetapi ada kontribusi lokal sekitar IDR 10.000 – 20.000 per orang
- Tujuan biaya: Untuk perawatan jalur, kebersihan, dan dukungan terhadap petani lokal
- Parkir: Sekitar IDR 5.000 – 10.000 untuk motor
- Biaya pemandu (opsional): Tersedia pemandu lokal untuk wawasan budaya & pertanian
- Biaya tambahan: Minuman & makanan di warung, disarankan membawa uang tunai
Tempat Wisata Terdekat
Anda bisa menggabungkan kunjungan ke Belimbing Rice Terrace dengan destinasi berikut:
Tegalalang Rice Terrace

Terletak hanya beberapa menit berkendara, Tegalalang Rice Terrace merupakan salah satu pemandangan sawah paling ikonik di Bali. Tempat ini menampilkan sawah bertingkat yang dramatis, jalan setapak yang terawat dengan baik, dan spot ayunan populer yang menghadap ke lembah. Area ini lebih berkembang dan ramai, menjadikannya kontras yang sempurna dengan suasana yang lebih tenang di Belimbing.
Ubud Art & Craft Market

Berjarak sekitar 30–40 menit dari Belimbing, Pasar Seni dan Kerajinan Ubud merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari suvenir tradisional Bali. Pengunjung dapat menjelajahi tas buatan tangan, ukiran kayu, perhiasan perak, lukisan, dan tekstil. Tempat ini ideal bagi para pelancong yang ingin membawa pulang kerajinan lokal autentik sambil menikmati atmosfer budaya yang hidup di Ubud.
Pura Dalem Agung

Pura Dalem Agung adalah sebuah pura tradisional Bali yang terletak di kawasan Tegalalang. Dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang dan desa-desa setempat, pura ini menawarkan suasana spiritual yang tenang dan wawasan tentang kehidupan keagamaan sehari-hari masyarakat Bali. Pengunjung dipersilakan datang, asalkan berpakaian sopan dan menghormati adat istiadat pura setempat.
Perkebunan Kopi

Beberapa perkebunan kopi di sekitar Tegalalang dan Ubud menawarkan tur singkat yang dipandu, di mana pengunjung dapat belajar tentang proses pembuatan kopi di Bali. Pengunjung dapat mencicipi berbagai jenis kopi dan teh lokal, termasuk kopi luwak yang terkenal, sambil menikmati pemandangan indah perkebunan dan sawah di sekitarnya.
Tips Perjalanan
- Gunakan sepatu nyaman — medan tidak rata dan bisa berlumpur
- Bawa air minum & sunscreen — sinar matahari Bali cukup kuat
- Hormati lahan pertanian — tetap di jalur dan jangan injak tanaman
- Bawa uang tunai — tidak semua tempat menerima kartu
- Datang lebih awal — hindari keramaian dan dapatkan cahaya terbaik
FAQ Tentang Belimbing Rice Terrace Bali
1. Apa yang harus saya pakai?
Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan di jalur tidak rata. Hindari sandal, terutama saat musim hujan karena jalur bisa licin dan berlumpur.
2. Apakah tersedia fasilitas?
Fasilitas terbatas, tetapi biasanya ada warung kecil, kedai kopi dekat pintu masuk, dan area parkir untuk motor dan mobil.
3. Apakah bisa foto di sana?
Ya, tempat ini sangat fotogenik. Namun tetap hormati petani lokal dan tetap di jalur yang sudah ditentukan.
4. Apa saja atraksi terdekat?
Tegalalang Rice Terrace, Ubud Art Market, perkebunan kopi, dan pura tradisional Bali.
5. Apakah cocok untuk keluarga?
Ya, tetapi medan tidak selalu rata. Gunakan sepatu yang kuat dan awasi anak-anak dengan baik.


