Ubud memang juara kalau soal terasering sawah, upacara pura yang sakral, atau tempat yoga yang tenang. Tapi, kalau kamu mau sedikit melipir dari keramaian jalanan Ubud, ada “harta karun” tersembunyi yang menunggu: deretan air terjun cantik di balik rimbunnya hutan yang seringkali terlewatkan oleh turis biasa.
Entah kamu sedang liburan seminggu di Bali atau sekadar mampir ke dataran tinggi ini, waterfall hopping alias berburu air terjun adalah agenda wajib yang bakal jadi pengalaman tak terlupakan.
Berikut adalah 5 air terjun terbaik di dekat Ubud yang kami rangkum berdasarkan keindahan, aksesibilitas, dan tingkat keramaiannya:
1. Air Terjun Tegenungan — Si Klasik yang Selalu Jadi Favorit
Jarak dari Ubud: ± 12 km ke selatan
Tingkat Kesulitan: Mudah
Waktu Terbaik: Pagi hari (sebelum jam 8 pagi)
Tegenungan adalah air terjun yang paling populer di dekat Ubud, dan popularitasnya bukan tanpa alasan. Air terjun setinggi 15 meter ini jatuh ke kolam alami yang luas, dikelilingi hijaunya tanaman tropis. Debit airnya cukup stabil sepanjang tahun, jadi tetap terlihat keren buat difoto meski sedang musim kemarau.
Tips: Memang agak ramai kalau sudah siang. Jadi, datanglah lebih pagi supaya kamu bisa punya spot foto pribadi di platform pengamatan bawah. Aksesnya juga gampang karena hanya perlu turun tangga yang tidak terlalu ekstrem.
2. Air Terjun Kanto Lampo — Spot Paling Instagrammable
Jarak dari Ubud: ± 15 km ke tenggara
Tingkat Kesulitan: Mudah – Sedang
Waktu Terbaik: Musim kemarau (April–Oktober)
Kanto Lampo punya tampilan yang unik banget. Airnya mengalir melewati tebing batu vulkanik yang lebar sebelum jatuh ke kolam dangkal, menciptakan efek seperti tirai air. Nggak heran kalau tempat ini viral banget di media sosial.
Yang bikin Kanto Lampo tetap worth it meski ramai adalah pengalamannya: kamu bisa berjalan ke balik aliran air dan berdiri di atas batu di tengah aliran. Saran kami: Gunakan sepatu air karena permukaan batunya cukup licin.
3. Air Terjun Sumampan — “Hidden Gem” yang Sesungguhnya
Jarak dari Ubud: ± 8 km ke tenggara
Tingkat Kesulitan: Sedang (jalur curam)
Waktu Terbaik: Pagi hari
Mau ke air terjun tanpa harus antre foto atau terganggu selfie stick orang lain? Air Terjun Sumampan jawabannya. Nggak banyak turis yang mau usaha trekking menuruni jalur hutan yang curam di sini, jadi hadiahnya adalah ketenangan yang hakiki begitu kamu sampai di bawah.
Beberapa pengunjung sering menggabungkan kunjungan ke sini dengan jalan-jalan santai di sepanjang lembah Sungai Pakerisan, salah satu lanskap paling underrated di Bali.
4. Air Terjun Tibumana — Pesona “Twin Waterfall”
Jarak dari Ubud: ± 20 km ke timur laut
Tingkat Kesulitan: Mudah
Waktu Terbaik: Sepanjang tahun
Tibumana selalu sukses bikin orang kaget. Perjalanan sekitar 10 menit melewati sawah dan hutan sama sekali tidak memberi petunjuk kalau di ujungnya ada air terjun kembar yang menawan jatuh ke kolam berwarna zamrud. Alirannya yang simetris bikin tempat ini terlihat sangat rapi dan estetik.
Kelebihannya, tempat ini lebih bersih karena lokasinya agak jauh dari pusat turis Ubud. Kolam alaminya sangat nyaman buat berenang karena airnya sejuk dan menyegarkan.
5. Air Terjun Tukad Cepung — “Katedral” Cahaya yang Magis
Jarak dari Ubud: ± 22 km ke timur laut
Tingkat Kesulitan: Sedang (perlu menyusuri sungai)
Waktu Terbaik: Jam 09.00 – 11.00 pagi (untuk melihat sinar matahari)
Tukad Cepung benar-benar beda dari air terjun lainnya di Bali. Untuk sampai ke sini, kamu harus menyusuri celah ngarai sempit dengan air setinggi lutut sampai akhirnya kamu tiba di dalam gua raksasa. Saat matahari masuk lewat celah batu di atas, suasananya jadi magis banget mirip di dalam katedral.
Momen paling pas adalah jam 9-11 pagi saat sinar matahari jatuh dengan sudut yang tepat. Tempat ini wajib dikunjungi jika Anda berencana melakukan tur air terjun di Bali yang lebih luas melalui dataran tinggi Ubud; tempat ini sangat cocok dikunjungi bersamaan dengan Air Terjun Tibumana, yang jaraknya hanya beberapa kilometer.
Perbandingan Singkat
| Nama Air Terjun | Keramaian | Bisa Berenang? | Keunikan |
| Tegenungan | Tinggi | Ya | Debit air paling kuat |
| Kanto Lampo | Sedang–Tinggi | Ya | Tebing batu yang bisa dipanjat |
| Sumampan | Rendah | Ya | Tersembunyi & sangat tenang |
| Tibumana | Rendah–Sedang | Ya | Air terjun kembar & kolam jernih |
| Tukad Cepung | Sedang | Tidak | Di dalam gua dengan efek cahaya |
Tips Sebelum Berangkat
- Sewa Motor atau Mobil: Transportasi umum nggak sampai ke spot-spot ini. Sewa mobil dengan sopir jauh lebih fleksibel dan nyaman buat simpan barang selagi kamu berenang.
- Bawa Dry Bag: Kamera HP dan air terjun tropis itu bukan kombinasi yang bagus tanpa perlindungan tas anti air.
- Hormati Adat Lokal: Beberapa air terjun dekat dengan pura. Gunakan sarung jika diminta dan jaga kesopanan (jangan terlalu berisik).
- Lanjut ke Agenda Malam: Setelah capek trekking seharian, kamu bisa tutup hari dengan santai lewat paket Bali Night Safari untuk melihat sisi lain Pulau Bali yang seru.
FAQ (Pertanyaan Umum)
P: Apakah aman berenang di air terjun dekat Ubud?
J: Umumnya aman, tapi perhatikan kondisi cuaca. Kalau baru saja hujan lebat, arus bisa jadi sangat kuat dan air berubah cokelat. Selalu tanya ke petugas atau warga lokal di lokasi sebelum nyemplung.
P: Perlu pakai pemandu nggak sih?
J: Untuk sebagian besar tempat, sebenarnya nggak wajib. Tapi kalau ke Tukad Cepung atau Sumampan yang jalurnya agak membingungkan, bantuan warga lokal sangat berguna. Selain itu, mereka biasanya tahu sudut foto terbaik buat kamu!
